STOIKISME EDISI PELACUR ( 2 )

STOIKISME EDISI PELACUR


Asalammualikum dan salam sejahtera bagi kita semua. Di bahasan kali ini mungkin aku ingin memposisikan bagaimana stoik menjadi ranjang yang nyaman untuk para pekerja sex. Mungkin bagi orang-orang yang dalam garis hidupnya lurus dan dapat dengan mudah mengakses kasih sayang, agama dan ekonomi yang cukup tidak akan mau mengerti bagaimana likaliku hidup seorang pelacur.

  Faktor mengapa seseorang memilih menjadi pekerja sex/ pelacur. Bagi mereka yang sudah terjun di lubang pelacuran adalah kebanyakan faktor kerisis ekonomi, eksistensial dan kerohanian. Mengapa begitu dan itu apakah salah mereka yang memilih menjadi pelacur...? Tentu tidak jawabannya. Ekonomi, eksistensial dan kerohanian kadang menjadi dua mata pisau yang berbeda fungsi. di bilah pisau kanan ekonomi yang baik akan mendompleng eksistensial dan memudahkan kita mengakses kerohanian karna sudah selesai memikirkan problematika hidup. Tapi di bilah pisau kiri ada mereka yang ekonomimya rendah dan secara eksistensi juga dalam  paradigma yang buruk dan belum lagi justifikasi dari agama melalu dosa-dosa yang padahal kita sendiri belum paham betul apa itu pahala dan dosa. Apakah hitungan akhirat / alam akhir itu sama seperti bumi yang matematis, jika begitu alam akhirat sama rumitnya denga alam yang sekarang atau berbeda dengan itu tuhan punya perhitungannya sendiri. Terlepas dari itu semua kita kembali ke tema, ya seorang pelacur adalah orang yang gagal dalam menempatkan kebahagiaan, mereka yang sudah berhasil di jalan pelacuran menciptakan kebahagian palsu denga uang,alkohol atau bahkan kebebasan yang hanya di ujung bibir tapi terpenjara dalam hati. Jujurlah bahwa jalan ini adalah jalan pintas yang meciptakan kegembiraan tabu. Seorang pekerja sex membisukan cinta dan membunuh perasaan dan juga menghilangkan esensi sex itu sendiri. Tapi itu bukan sesuatu kesalahan yang harus terus di hina dan cela, karna sejatinya manusia bukanlah mahluk suci. Dalam hal ini stoik dalam jalur fikir saya merangkul teman-teman pekerka sex untuk duduk dan menyalakan rokok sejenak untuk kita pelan-pelan memanjati lubang pelacuran yang dalam. Yang pertama teman-teman harus pahami mengoptimalkan potensi internal diri dan menjauhi paradigma eksternal. poin pertama teman-teman bisa membedah dampak terburuknya dan mulai mencari solusi dari sekarang atau lebih baik lagi memikirkannya di awal. Seperti contoh efek buruk internalnya adalah penyakit kelamin, kita harus siap dan tau harus apa langkah-langkah untuk menyikapi penyakit tersebut, atau hamil yang tidak di kehendaki, kita harus memikirkan solusinya dari semua itu belum terjadi. pilihan-pilihan ada di tanagan teman-teman sendiri, karna baik dan buruk, pahala dan dosa adalah angka penentu nanti dan kalian harus tau solusinya untuk masalah kedepannya. buang jauh-jauh tentang paradigma orang lain, sebab kita tidak bisa mengontrolnya. Kalian adalah kunci dari problematika kaliam sendri, naumun untuk hal ini saya hanya menyampaikan jangan terlalu nyaman di kebahagiaan yang palsu. bayangkan kamu bisa bahagia dengan senyata-nyatanya bahagia, tanpa intervensi, tanpa kebohongan, tanpa ketakutan. dan setaun ku tidak pernah ada kupu-kupu malam yang ada adalah kepompong malam. karana mereka yang sudah menjadi kupu-kupu adalah mereka yang sudah bisa bisa bebas dan bahagia dalam esensi yang sesungguhnya

Salam hangat dari saya
Panjang umur kasih sayang

 -BIMA ANDRA SANGGORO



 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AGAMA CINTA

PPKM DAN SISI GELAP MANUSIA